Pemijahan ikan cupang bukan sekadar menempatkan jantan dan betina dalam satu wadah. Kualitas anakan ditentukan sejak pemilihan induk, pengkondisian media, hingga perawatan larva pada hari-hari pertama. Tanpa prosedur yang tepat, tingkat kematian telur bisa melewati 50 persen dan anakan yang lolos tumbuh tidak seragam.

Seleksi Induk: Fondasi Anakan Berkualitas

Pilih induk berumur 5–8 bulan, bertubuh proporsional, sirip utuh tanpa robekan, dan bebas penyakit. Jantan harus aktif membangun busa sarang, sedangkan betina menunjukkan perut membuncit dengan bintik ovipositir putih di dekat sirip anal. Pisahkan keduanya minimal 7 hari sebelum dipijahkan dan beri pakan hidup seperti kutu air, jentik nyamuk, atau cacing sutra dua kali sehari. Pengkondisian ini memastikan telur matang sempurna, umumnya 200–500 butir per pemijahan.

Pemijahan dan Penetasan Telur

Gunakan wadah minimal 20x20x20 cm dengan air bersih pH 6,5–7,2, suhu 26–28°C, dan ketinggian air 10–15 cm. Masukkan jantan lebih dulu, biarkan membangun sarang busa selama 1–2 hari, baru lepaskan betina dengan sekat transparan selama 24 jam. Setelah sekat dibuka, pemijahan biasanya terjadi dalam 2–12 jam. Segera angkat betina begitu telur menempel di sarang untuk mencegah pemangsaan.

Perawatan Telur

  • Jantan menjaga telur dan memindahkannya ke sarang; jangan ganggu selama 24–36 jam.
  • Jaga suhu stabil, telur menetas 24–48 jam setelah pembuahan.
  • Setelah larva jatuh dari sarang, angkat jantan agar tidak memakan anakan.
  • Larva mulai berenang horizontal pada hari ke-3 dan siap diberi pakan infusoria atau kuning telur yang dilarutkan.

Pendederan Larva hingga Juvenil

Pada hari ke-5 hingga ke-14, beri pakan kutu air saring halus 3–4 kali sehari. Ganti 30 persen air setiap dua hari dengan air bersuhu sama untuk menghindari stres. Pisahkan anakan berdasarkan ukuran pada umur 3–4 minggu karena kanibalisme mulai muncul. Kepadatan ideal 5–10 ekor per liter pada fase awal, lalu kurangi menjadi 2–3 ekor per liter saat berumur 6 minggu.

Seleksi lanjutan pada umur 2 bulan menentukan hasil akhir: sisihkan ikan dengan bentuk sirip, warna, dan postur terbaik sebagai calon induk berikutnya. Catat asal-usul setiap pasangan untuk menghindari perkawinan sekerabat yang menurunkan kualitas generasi berikutnya.

Keberhasilan pemijahan cupang bertumpu pada konsistensi kualitas air, pakan, dan ketelitian seleksi induk. Dengan mengikuti tahapan dari pengkondisian, pemijahan, penetasan, hingga pendederan secara disiplin, hasil anakan tidak hanya banyak tetapi juga sehat dan bernilai jual tinggi.