Kualitas benih ikan ditentukan jauh sebelum telur menetas, yakni saat peternak memilih induk untuk dipijahkan. Induk yang salah pilih menghasilkan telur sedikit, larva lemah, dan tingkat kematian tinggi pada fase pendederan. Berikut tujuh kriteria yang wajib diperiksa sebelum memasukkan calon induk ke bak pemijahan.

1. Umur dan Bobot Tubuh Ideal

Induk yang terlalu muda belum matang gonad, sedangkan induk tua kualitas telurnya menurun. Untuk ikan mas, induk betina siap pijah berumur 1,5–3 tahun dengan bobot 1,5–3 kg; jantan 2–3 tahun. Ikan nila betina ideal pada 5–7 bulan dengan bobot 150–300 gram. Periksa ukuran tubuh: induk betina umumnya lebih gemuk dengan perut membulat, jantan lebih ramping dan panjang.

2. Ciri Fisik dan Kesehatan

  • Sisik mengkilap, tidak ada luka, jamur, atau bercak putih.
  • Mata jernih, tidak keruh atau menonjol.
  • Sirip lengkap, tidak geripis atau berjamur.
  • Insang merah bersih, tidak pucat atau berlendir berlebih.
  • Gerakan lincah dan responsif saat diberi pakan.

Induk sakit berpotensi menularkan patogen ke telur, sehingga disinfeksi ringan dengan larutan garam 25–30 gram per liter selama 5–10 menit sebelum dipijahkan sangat dianjurkan.

3. Kematangan Gonad yang Terukur

Pada betina, perut membesar dan mengeras jika diraba bagian posterior, lubang genital memerah dan menonjol. Uji pelepasan telur: urut perlahan bagian perut ke arah genital, jika keluar 2–5 butir telur berwarna kekuningan dan bulat seragam, induk siap dipijahkan. Pada jantan, urut bagian perut ke genital; cairan sperma putih kental yang keluar menandakan kematangan optimal.

4. Rasio dan Seleksi Genetik

Gunakan rasio jantan:betina 1:2 hingga 1:3 untuk pemijahan alami, atau 1:1 untuk pemijahan buatan (induced breeding). Hindari pemijahan kerabat dekat (inbreeding) karena menurunkan daya tetas dan pertumbuhan. Catat asal usul induk, ganti induk jantan setiap 2–3 siklus, dan rotasi kolam pemeliharaan untuk menjaga keragaman genetik.

5. Riwayat Pemijahan dan Produktivitas

Induk yang pernah memijah dengan hasil baik lebih aman dipakai ulang, asalkan tidak melewati masa istirahat 1–2 bulan. Betina produktif menghasilkan 80.000–150.000 butir telur per kg bobot untuk ikan mas. Jangan paksakan induk yang telur sebelumnya banyak yang membusuk atau daya tetas di bawah 60%.

6. Kondisi Lingkungan dan Pakan Induk

Induk yang dipelihara dengan pakan berprotein 28–32% dan pemberian 2–3% dari bobot biomassa per hari memiliki kualitas telur lebih baik. Suhu air optimal 25–28°C, pH 6,5–8, dan oksigen terlarut minimal 4 mg/L. Cek juga riwayat pemberian hormon atau antibiotik yang berlebihan, karena dapat memengaruhi viabilitas telur.

7. Pemeriksaan Telur dan Sperma

Sebelum pemijahan massal, lakukan uji kecil dengan mengawinkan 1 pasang induk. Amati telur: butiran bulat, transparan, dan tidak menggumpal menandakan kualitas baik. Sperma sehat berwarna putih susu dan bergerak aktif di bawah mikroskop. Jika hasil uji menunjukkan fertilitas di bawah 70%, tunda pemijahan dan ganti induk.

Memilih induk bukan soal satu ciri, melainkan kombinasi umur, kesehatan, kematangan gonad, dan riwayat produktivitas. Dengan menstandarkan tujuh kriteria ini sebelum pemijahan, penetasan telur dan pendederan akan jauh lebih efisien, serta benih yang dihasilkan memiliki daya tahan dan pertumbuhan yang lebih seragam.