Pemijahan ikan koi bukan hanya monopoli pembudidaya berpengalaman. Dengan pemahaman dasar tentang seleksi induk, pemijahan, penetasan telur, dan pendederan, pemula bisa menghasilkan benih berkualitas. Kunci utamanya adalah kesabaran, kebersihan air, dan pemilihan induk yang matang gonada. Artikel ini mengurai langkah konkret yang bisa langsung Anda praktikkan di kolam terpal atau bak beton berukuran 2x3 meter.
Seleksi Induk: Modal Awal yang Menentukan
Induk koi betina siap pijah biasanya berumur 2–3 tahun dengan bobot minimal 500 gram, sedangkan jantan 1,5–2 tahun dengan bobot 300 gram. Ciri betina matang: perut membuncit simetris, lubang genital membengkak dan memerah, serta saat diurut keluar telur kuning keemasan. Jantan matang mengeluarkan cairan putih kental (sperma) saat bagian perut ditekan perlahan ke arah anus.
Sebelum dipijahkan, pisahkan jantan dan betina selama 3–7 hari. Beri pakan tinggi protein (minimal 30%) seperti cacing sutra atau pelet khusus induk. Dosis pakan 2–3% dari bobot tubuh per hari. Tujuannya menstabilkan kematangan gonad dan mengurangi risiko kanibalisme saat pemijahan.
Pemijahan dan Penetasan Telur
Siapkan bak pemijahan berisi air bersih dengan suhu 24–28°C dan pH 6,5–7,5. Pasang kakaban (ijuk atau tali rafia) sebagai media penempelan telur. Masukkan induk betina lebih dulu, lalu jantan dengan perbandingan 1:2 atau 1:3. Pemijahan umumnya terjadi pada dini hari hingga pagi. Setelah telur menempel di kakaban, segera angkat induk untuk mencegah telur dimakan.
Telur koi menetas dalam 48–72 jam tergantung suhu. Selama inkubasi, jaga aerasi ringan dan hindari fluktuasi suhu lebih dari 2°C. Cek kualitas telur: yang fertil berwarna bening kekuningan, yang mati memutih dan berjamur. Gunakan methylene blue 1–2 ppm untuk mencegah infeksi jamur pada telur.
Pendederan Benih Hingga Umur 30 Hari
Setelah menetas, larva koi masih membawa cadangan makanan (kuning telur) selama 2–3 hari. Mulai hari ke-4, beri pakan alami seperti infusoria atau kuning telur rebus yang dihaluskan (dosis 1 sendok teh per 1.000 ekor, 3 kali sehari).
- Hari ke-7 hingga ke-14: ganti pakan dengan Artemia atau kutu air (Daphnia) sebanyak 3–5 kali sehari.
- Hari ke-15 hingga ke-30: campur pakan buatan halus (tepung pelet 40% protein) dengan kutu air. Kepadatan ideal 100–200 ekor per meter persegi.
- Lakukan penyiponan dasar bak setiap 2 hari dan ganti air 20–30% untuk membuang sisa pakan dan amonia.
Pada umur 30 hari, benih koi biasanya mencapai panjang 2–3 cm. Lakukan seleksi pertama: buang benih cacat (bengkok, warna pudar, sirip tidak simetris) dan pisahkan berdasarkan ukuran untuk mencegah kompetisi pakan.
Pemijahan koi bagi pemula menuntut disiplin pada tiga hal: kualitas induk, kebersihan media penetasan, dan pakan larva yang tepat waktu. Mulailah dari skala kecil, catat setiap parameter (suhu, pH, tingkat penetasan), dan evaluasi tiap siklus. Dengan satu pasang induk produktif, Anda bisa memanen 1.000–3.000 ekor benih per pemijahan—cukup untuk modal belajar sekaligus peluang usaha.