Ikan gabus (Channa striata) merupakan komoditas bernilai ekonomi tinggi karena dagingnya yang gurih dan khasiatnya untuk penyembuhan luka. Setelah larva menetas dan habis kuning telur, tahap paling rawan adalah pendederan, yaitu masa pemeliharaan benih berukuran 1–2 cm hingga mencapai ukuran 5–8 cm. Pendederan di kolam terpal menjadi solusi praktis bagi pembudidaya skala rumah tangga karena murah, mudah dikontrol, dan tidak membutuhkan lahan tanah.

Persiapan Kolam Terpal

Kolam terpal yang ideal untuk pendederan berukuran 2 x 3 meter dengan kedalaman 60–70 cm. Sebelum digunakan, kolam dicuci dan dikeringkan selama 1–2 hari, lalu diisi air bersih setinggi 40 cm. Berikan fermentasi air menggunakan probiotik dosis 5 ml/m³ dan molase 10 g/m³, lalu endapkan selama 3–4 hari hingga air berwarna hijau kekuningan. Pasang aerasi sederhana atau pompa celup untuk menjaga sirkulasi oksigen, serta beberapa potongan eceng gondok sebagai tempat berlindung benih yang bersifat kanibal.

Penebaran Benih dan Manajemen Pakan

Benih gabus yang ditebar sebaiknya berumur 7–10 hari dengan padat tebar 50–100 ekor/m². Sistem pendederan dapat menggunakan air hijau sebagai media pakan alami, atau pakan buatan berupa pelet halus berprotein 40–45%. Pemberian pakan dilakukan 3–4 kali sehari sebanyak 5–8% dari bobot biomassa. Pada minggu pertama, benih masih menyukai pakan alami seperti kutu air; setelah ukuran 3 cm, mereka mulai menerima cacing sutra dan pelet remah.

Parameter Kualitas Air yang Wajib Dipantau

  • Suhu: 26–30 °C (gunakan termometer setiap pagi dan sore).
  • pH: 6,5–7,5; jika terlalu asam, tambahkan kapur dolomit 10 g/m².
  • Oksigen terlarut: minimal 4 mg/L; aerasi dinyalakan 24 jam.
  • Ammonia: di bawah 0,5 mg/L; ganti air 20–30% setiap 3 hari.
  • Kedalaman air: dijaga 40–50 cm agar suhu stabil.

Pengendalian Kanibalisme dan Hama

Kanibalisme menjadi penyebab utama kegagalan pendederan gabus, terutama saat pakan kurang. Lakukan grading atau penyortiran setiap 7–10 hari untuk memisahkan benih berukuran besar dari yang kecil. Sortir dilakukan dengan sendok plastik halus agar tidak melukai tubuh benih. Hama yang sering muncul adalah berudu, kecebong, dan serangga air; bersihkan kolam setiap pagi dan pasang jaring penutup di atas kolam untuk mencegah predator masuk.

Seleksi Induk untuk Keberlanjutan Benih

Kualitas benih yang ditebar sangat ditentukan oleh induk yang dipijahkan. Induk gabus betina yang matang ditandai perut membuncit dan lubang genital memerah, sedangkan jantan memiliki tubuh lebih ramping dan agresif. Rasio pemijahan yang dianjurkan adalah 1 jantan : 1 betina dengan bobot induk minimal 500 gram. Induk yang dipijahkan berulang sebaiknya diistirahatkan 1–2 bulan agar kualitas telur tetap optimal, dan pilih induk dari generasi yang tidak satu darah untuk menghindari penurunan kualitas genetik.

Pendederan ikan gabus di kolam terpal menuntut kedisiplinan dalam menjaga kualitas air, konsistensi pakan, dan penyortiran rutin untuk menekan kanibalisme. Dengan mengikuti langkah persiapan kolam, penebaran benih, manajemen pakan, serta seleksi induk yang tepat, tingkat kelangsungan hidup benih dapat mencapai 70–85% dan siap dijual sebagai benih ukuran 5–8 cm ke pasar pembesaran.