Kualitas benih ditentukan jauh sebelum telur menetas. Induk yang rentan penyakit akan menurunkan daya tetas telur, memperlambat pertumbuhan larva, dan meningkatkan kematian pada fase pendederan. Karena itu, seleksi induk tahan penyakit harus dimulai sejak dini, bukan saat ikan sudah terserang wabah.
Kriteria Seleksi Induk Sejak Dini
Lakukan penyaringan pada calon induk berumur 3-4 bulan dengan bobot minimal 150-200 gram untuk ikan konsumsi seperti nila atau lele. Ciri induk tahan penyakit yang bisa diamati langsung:
- Tingkah laku responsif terhadap pakan, tidak menggantung di sudut kolam.
- Sirip utuh, tidak ada luka, pendarahan, atau bercak putih pada kulit.
- Mata jernih, insang merah muda seragam tanpa lendir berlebih.
- Nafsu makan stabil selama 14 hari pengamatan berturut-turut.
Ikan yang pernah menunjukkan gejala penyakit kronis sebaiknya langsung dikeluarkan dari bak calon induk. Satu ekor pembawa penyakit cukup untuk menulari seluruh populasi bak.
Uji Ketahanan Sederhana Sebelum Pemijahan
Sebelum masuk ke kolam pemijahan, lakukan uji tantang ringan. Caranya, rendam 10 ekor calon induk dalam larutan formalin 25 ppm selama 30 menit. Induk sehat akan tetap aktif, sedangkan yang lemah akan menunjukkan gejala stres berat seperti mengapung miring atau kehilangan keseimbangan.
Alternatif lain, lakukan pemuasaan terkontrol selama 48 jam. Induk dengan sistem imun baik tetap bertahan hidup tanpa kematian, sementara induk rentan biasanya mati dalam 24 jam pertama. Catat hasilnya, dan pilih hanya induk yang lolos dua uji ini.
Manajemen Induk dan Penetasan Telur
Induk terpilih dipelihara di kolam dengan kepadatan 1 ekor per 2-3 liter air. Beri pakan berprotein 28-32 persen, ditambah vitamin C dosis 500 mg per kilogram pakan dan imunostimulan beta-glukan 0,1 persen dari bobot pakan. Pemberian dilakukan dua kali sehari selama 30 hari sebelum pemijahan.
Setelah induk memijah, telur dipindahkan ke bak penetasan bersuhu 26-29 derajat Celsius. Lakukan disinfeksi telur dengan methylene blue 1-2 ppm atau larutan iodin 100 ppm selama 10 menit untuk menekan jamur dan bakteri. Telur yang tidak menetas dalam 36-48 jam harus segera dibuang agar tidak menjadi sumber infeksi bagi larva yang baru menetas.
Langkah Praktis di Pendederan
- Padatkan larva maksimal 100 ekor per liter pada umur 3-7 hari.
- Ganti air 30 persen setiap dua hari, pastikan suhu stabil.
- Tambahkan garam 1-2 gram per liter untuk mencegah stres osmotik.
- Seleksi kembali benih umur 21 hari, buang yang berukuran kerdil atau berenang tidak normal.
Seleksi induk tahan penyakit bukan pekerjaan sekali jadi, melainkan rangkaian kebiasaan mulai dari pemilihan calon induk, uji ketahanan, pemijahan, hingga penetasan dan pendederan. Dengan disiplin menjalankan kriteria dan dosis yang tepat, tingkat kelangsungan hidup benih bisa meningkat 20-30 persen, sekaligus menekan biaya obat dan risiko kegagalan panen.